BAB I
Ruang lingkup
1. TEORI EKONOMI PRODUKSI
Sejalan
dengan semakin majunya teknologi, maka pengetahuan tentang teori ekonomi
semakin banyak diminati, bakan saja oleh produsen tetapi juga oleh para
peneliti, mahasiswa atau golongan masyarakat lainnya. Begitu juga dengan
semakin berkaitnya komoditas pertanian dengan komoditaslainnya, dan sejalan
dengan berkembangnya agribisnis,maka pengetahuan serta pemahaman tentang teori
ekonomi produksi tidak terbatas diminati oleh produsen komoditas barang-barang
pertanian.
2. FAKTOR PRODUKSI
Istilah
factor produksi sering pula disebut dengan “korban produksi”, karena factor
produksi tersebut “dikorbankan” untuk menghasilkan produksi. Dalam bahasa
inggris, factor produksi ini disebut dengan” input”. macam factor produksi atau input ini, berikut jumah dan
kualitasnya perlu diketahui oleh seorang produsen. Oleh karena itu, untuk
menghasilkan suatu produk, maka diperlukan pengetahuan hubunngan antara factor
produksi (input )dan produk (output . hubungan antara input dan output dan
output ini disebut dengan “factor relationship” (FR). Dalam rumus matematis, FR
ini dapat diulis dengan;
Y = f(X1, X2, . . .Xi,.
. .Xn)
Dii
mana :
Y = produk atau variable, yang
dipengaruhi oleh factor produksi, X, dan
X = factor produksi atau varibel
yang mempengaruhi Y.
Dalam proses produksi pertanian,
maka Y dapat berupa produksi pertanian dan X dapat berupa lahan produksi
pertanian, tenaga kerja, modal dan manajemen. Namun demikian dalam praktek,
keempat factor produksi tersebut belum
cukup utuk dapatmenjelaskan Y. factor-faktor social ekonomi lainnya, seperti tigkat pendidikan, tigkat
pendapatan, tingkat keterampilan dan lain-lain juga berperan dalam mempengaruhi
tingkat produksi
2.1 lahan
pertanian
dalam banyak kenyataan, lahan pertanian
dapat dibedakan dengan tanah pertanian. Lahan pertanian dapat diartikan sebagai
tanah yang disiapkan untuk usaha dan usahatani misalnya sawah, tegal dan
pekarangan. Sedangkan tanah pertanian adalah tanah yang belum diusahakan dengan
usha pertanian. Dengan demikian luas tanah pertanian selalu lebih luas dengan
lahan pertanian.
a. Tingkat
kesuburan tanah
Dahulu ukuran tinngkat kesuburan ini
dipakai untuk menentukan tingkat besar-kecilnya pajak tanah iuran pembangunan
daerah (Ipeda); dimana pajak lahan sawah selalu lebih tinggi dari pada lahan
tegal.
b. Lokasi
Harga lahan pertanian dipengaruhi oleh
lokasi dimana lahan itu berada
c. Topografi
Seringkali lahan pertanian di dataran
rendah, harganya reatif tinggi bila dibandingkan dengan dengan nilai lahan
pertanian didaratan tinggi. Situasi seperti ini memeang berkaitan dengan
kemampuan tanah untuk dapat berproduksi.
d. Status
lahan
Status lahan pertanian umumnya
diklasifikasikan menjadi :
-
Lahan milik;
-
Lahan sawah dan;
-
Lahan sakap.
e. Factor
lingkungan
Perubahan harga atau
nilai lahan pertanian ini memanag dapat berubah dengan pesat kkarena
adanya pengaruh liingkungan. Dibali misalnya, harga tanah dilembah-lembah
sungai bergerak menjadi mahal karena “ditemuka” bahwa para turis lebih sering
tinggal dirumah-rumah sewa dilembah-lembah suangaidari pada ditepi pantai atau
hotel.
2.2. tenaga kerja
Faktor
produksi tenaga kerja, merupakan factor produksi yang penting dan perlu
diperhitungkan dlam proses produksi dalam umlah yang cukup bukan saja dilihat
dari tersedianya tenaga kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu
pula diperhatikan.
a) Tersedianya
tenaga kerja
b) Kualitas
tenaga kerja
c) Jenis
kelamin
d) Tenaga
kerja musiman
e) Upah
tenaga kerja
2.3.
modal
Dalam
kegiatan proses produksi pertanian, maka modal dibedakan menjadi dua macam,
yaitu modal tidak bergerak (biasanya disebut dengan modal tidak tetap atau
modal variable).
Besar kecilnya modal
dalam usaha pertanian tergatung dari berbagai hal, antarra lain:
(a) Skala
usaha
Besar-kecilnya skala
usaha sangat menentukan besar-kecinya modal yang dipakai,makin besar skala
usaha makin besar pula modal yang dipakai.
(b) Macam
komoditas
Komoditas tertentu dalam proses produksi
pertanian juga menentukan besar-kecilnya modal yang dipakai.
(c
) tersedianya kredit
Kredit sangat menentukan
keberhasialan usahatani.
2.4
manajemen
Dalam usahatani modern
peranan manajemen menjadi sangat penting dan strategis.
Fakktor manajemen ini
banyak dipengaruhi oleh berbagai aspek antara lain:
-
Tingkat pendidikan
-
Tingkat keterampilan
-
Skala usaha
-
Besar-kecilnya kredit, dan
-
Macam komoditas.
3. PRODUKSI
Hasil
akhir dari suatu proses produksi dalah produk atau output. Produk atau produksi
dalam bidang pertanian atau lainya dapat bevareasi yang antara lai disebabkan
karena perbedaan kualitas.
Categories:
Artikel